PT Bukit Asam (Persero) sebagai salah satu perusahaan pertambangan milik pemerintah yang memiliki visi perusahaan energi kelas dunia yang peduli lingkungan, menyadari akan pentingnya pengimplementasian sistem manajemen untuk membantu mereka dalam mencapai visi tersebut. Oleh karena itu, perbaikan sistem hal ini perlu dilakukan sehingga PT Bukit Asam bisa Beyond Compliance bahkan Beyond GCG. Penerapan GCG di PT Bukit Asam juga telah mendapat penghargaan.

Implementasi Good Corporate Governance (GCG) perusahaan telah menjadi perhatian kita bersama, termasuk penerapan operasional hingga strategi perusahaan, sehingga mampu mendorong pertumbuhan perusahaan,” kata Arviyan, seperti dalam keterangan tertulisnya. Pada skala nasional, PT Bukit Asam mendapat penghargaan sebagai Indonesia Most Trusted Companies. 

Selain itu, PT Bukit Asam Tbk menorehkan sejumlah prestasi dalam ajang Anugerah BUMN 2019 lalu. Dalam gelaran Anugerah BUMN ke-8 ini, Bukit Asam kembali meraih penghargaan The Best Overall BUMN. Penghargaan ini diraih berkat pelaksanaan tata kelola perusahaan yang dinilai baik, mencatatkan kinerja gemilang, sekaligus mampu bersaing di skala nasional dan global.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Bukit Asam Arviyan Arifin meraih penghargaan sebagai The Best CEO kategori CEO Visioner Terbaik. Selain kedua penghargaan tersebut, Bukit Asam juga berhasil meraih penghargaan Pengembangan Talenta Terbaik dan Transformasi Organisasi Terbaik.

Kemarin, PT Bukit Asam Tbk baru saja mengantongi kembali prestasi sebagai perusahaan tambang pertama yang telah lulus sertifikasi sistem manajemen anti suap berdasarkan ISO 37001:2016. Prestasi tersebut tentunya bukan secara instan didapatkan, melainkan dengan dilakukannya pendekatan proses dan arahan dari berbagai pihak, salah satunya konsultan.

Sebelumnya PTBA mengimplementasikan sistem manajemen terintegrasi seperti K3, lingkungan, energi, pengamanan, sitem manajemen keselamatan pertambangan, mutu dan sistem manajemen mutu lab, PTBA kembali melakukan perbaikan dengan menambah pengimplementasian sistem manajamen Anti Penyuapan ISO 37001:2016 dalam kerangka Environmental Social Governance (ESG).

Dibantu oleh Synergy Solusi member of Proxsis Group sebagai partner konsultan yang dipercayai  membantu PT Bukit Asam dalam pengimplementasian sistem manajemen K3 berdasarkan ISO 45001:2018 dan pembangunan sistem manajemen manajemen energi berdasarkan ISO 50001:2018, pada Februari 2020 lalu, PTBA kembali mempercayakan Synergy Solusi untuk mengintegrasikan mengimplementasikan sistem manajemen tanggung jawab sosial berdasarkan ISO 26000:2010 dan melakukan pengimplementasian Sistem Manajemen Anti Penyuapan berdasarkan ISO 37001:2016 dengan bantuan dari Proxsis Consulting Group sebagai sister company dari Synergy Solusi.

Setelah melakukan pendampingan konsultasi yang dilakukan dengan kombinasi metode visit lapangan dan remote secara online, PT Bukit Asam berhasil dinyatakan lulus dengan tidak ditemukannya ketidaksesuaian baik major maupun minor.

Hadir sebagai perwakilan dari Proxsis Group dalam acara penyerahan penghargaan Sertifikat ISO 37001:2016, Rudi Maulana selaku founder dari Proxsis Group turut mengucapkan selamat atas pencapaian luar biasa dari PTBA. Synergy Solusi member of Proxsis Group dan Proxsis Consulting Group juga mengucapkan selamat atas penyerahan sertifikat ISO 37001:2016 dan berharap agar PTBA sebagai perusahaan tambang pertama milik pemerintah yang mendapatkan sertifikat Sistem Manajemen Anti Penyuapan, dapat menjadi Benchmark Leader Nasional dan Internasional untuk penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan ISO 37001:2016 dalam kerangka ESG.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Post comment