Tumpahan minyak adalah salah satu bentuk polusi dimana terjadi pelepasan hidrokarbon minyak bumi cair ke lingkungan akibat aktivitas manusia. Kecelakaan yang terjadi pada kapal tanker, jaringan pipa, kilang, dan fasilitas penyimpanan, dapat menyebabkan tumpahan minyak. Salah satu peristiwa tumpahan minyak terbesar terjadi di Teluk Meksiko pada April 2010 melibatkan minyak mentah yang dilepaskan dari ledakan rig pengeboran lepas pantai.

Selama melakukan pembersihan tumpahan minyak, banyak jenis minyak mentah, termasuk minyak segar dan lapuk, yang mengandung senyawa aromatik volatil karsinogenik seperti benzena, toluena, dan naftalen yang memiliki dampat terhadapa kesehatan dan lingkungan.

Dampak Tumpahan Minyak

  1. Dampaknya terhadap Lingkungan

Setiap jenis minyak mentah dan produk olahan memiliki sifat fisik berbeda yang memengaruhi cara minyak menyebar, terurai, dan memengaruhi lingkungan. Minyak dengan berat yang ringan memiliki bahaya kebakaran yang lebih tinggi, serta beracun. Sedangkan produk minyak yang lebih berat memiliki risiko kebakaran lebih kecil namun lebih sulit untuk dibersihkan Faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan penyebaran tumpahan minyak antara lain tegangan permukaan, berat jenis, dan viskositas.

Paparan minyak ke garis pantai bergantung pada energi gelombang dan pasang surut, jenis substrat, dan kemiringan garis pantai. Komposisi dan struktur pantai akan menentukan efek potensial minyak bumi terhadap garis pantai.

Karena sebagian besar minyak mengapung, makhluk yang paling terpengaruh oleh minyak adalah hewan seperti berang-berang laut dan burung laut yang ditemukan di permukaan laut atau di garis pantai jika minyak sampai ke darat. Jika minyak tertinggal di pantai untuk sementara waktu, makhluk lain, seperti siput, kerang, dan hewan darat mungkin menderita.

Pada akhirnya, tingkat keparahan kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh tumpahan minyak tertentu bergantung pada banyak faktor, termasuk jumlah minyak yang tumpah, jenis dan berat minyak, lokasi tumpahan, spesies satwa liar di daerah tersebut, waktu atau siklus berkembang biak dan migrasi musiman, serta cuaca di laut selama dan segera setelah tumpahan minyak.

  1. Risiko terhadap Kesehatan

Selain bedampak terhadap lingkungan, tumpahan minyak mimiliki risiko terhadap kesehatan. Risiko kesehatan yang terkait dengan bekerja saat terkena minyak mentah lapuk meliputi yang berikut ini:

  • Potensi bahaya dermatitis akibat kontak kulit.
  • Menghirup tetesan minyak/ partikel berminyak yang dibuang ke udara selama operasi pembersihan dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung, tenggorokan, dan paru-paru.
  • Penguapan yang terjadi selama 24 hingga 48 jam pertama setelah tumpahan sangat mengurangi bahaya penghirupan dari komponen volatil beracun, seperti benzena.

CATATAN: Meskipun pengambilan sampel udara tidak menunjukkan tingkat yang dapat dideteksi atau tingkat senyawa organik yang mudah menguap (VOC) yang sangat rendah, mungkin masih ada efek kesehatan.

OSHA memiliki peraturan yang mewajibkan pemberi kerja untuk memiliki Rencana Kesehatan dan Keselamatan terperinci untuk melindungi pekerja yang terlibat dalam operasi pembersihan. Rencana Kesehatan dan Keselamatan berfungsi sebagai pedoman bagi pengusaha dan pekerja untuk diikuti selama operasi sehari-hari mereka untuk mencegah penyebaran kontaminasi, cedera, dan kematian.

Standar HAZWOPER OSHA

  • Kegiatan yang berkaitan dengan menghentikan tumpahan minyak atau menampung tumpahan minyak dianggap sebagai kegiatan “tanggap darurat” di bawah standar Operasi Limbah Berbahaya dan Tanggap Darurat (HAZWOPER) OSHA, 29 CFR 1910.120 dan 1926.65.
  • Selain itu, lokasi pembersihan dapat dipertimbangkan atau mungkin menjadi lokasi limbah berbahaya dan harus mengikuti persyaratan untuk lokasi limbah berbahaya di bawah HAZWOPER, yang memerlukan pelatihan dan tindakan pengendalian khusus, jika kriteria tertentu berlaku. Pembersihan garis pantai dianggap sebagai “operasi pembersihan pasca-darurat”.
  • Selain itu, jika HAZWOPER bertentangan atau tumpang tindih dengan standar OSHA lainnya, ketentuan yang lebih melindungi keselamatan dan kesehatan karyawan harus diikuti.

Persyaratan HAZWOPER yang Berlaku untuk Tumpahan Minyak Laut

  • Pembersihan tumpahan minyak laut diatur dan dikelola sesuai dengan peraturan yang terdapat dalam Rencana Kontinjensi Polusi Bahan Berbahaya dan Minyak Nasional (NCP) pada 40 CFR 300.
  • Tindakan tanggapan yang dilakukan di bawah NCP harus sesuai dengan ketentuan HAZWOPER.

Secara spesifik ketentuan HAZWOPER terhadap Operasi tanggap darurat dan Operasi pembersihan tanggap darurat pasca-darurat.

Semua pekerja pembersih tumpahan minyak harus dilatih sebagai berikut:

  1. Pengarahan awal menggunakan formulir tugas Site Safety Plan atau National Incident Management System (NIMS) di situs sebelum mereka berpartisipasi
  2. Pengarahan tentang prosedur darurat di bawah Health and Safety Plan (HASP) spesifik lokasi
  3. Instruksi dalam memakai alat pelindung diri yang sesuai
  4. Informasi tentang bahaya kesehatan apa dari minyak dan bahan kimia lainnya yang mungkin ditemui
  5. Penjelasan tentang tugas apa yang harus dilakukan
  6. Rantai komando
  7. Instruksi tentang prosedur dekontaminasi yang harus diikuti
  8. Semua tindakan pencegahan keselamatan dan kesehatan lainnya yang sesuai

Synergy Solusi member of Proxsis Group membantu perusahaan dalam meningkatkan kompetensi bagi para personel di bidang minyak dan gas khususnya untuk melakukan penangan tumpahan minyak, diselenggarakan dengan berbagai metode pelatihan dan faislitas yang menunjang hingga mendapatkan pengukuhan dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Post comment