Pentingnya Pengetahun Tentang Pertolongan Pertama

Pentingnya Pengetahun Tentang Pertolongan Pertama

Pertolongan pertama merupakan hal penting yang harus kita lakukan untuk menyelamatkan nyawa seseorang. Seseorang yang menjadi korban kecelakaan atau yang tiba-tiba terkena serangan penyakit harus tetap segera dirujuk ke Unit Gawat Darurat (UGD) terdekat. Namun, sebelum datangnya bantuan ahli, perlu dilakukan penanganan untuk meringankan penderitaan korban atau bahkan menyelamatkan nyawa korban.

>

Pertolongan pertama merupakan hal penting yang harus kita lakukan untuk menyelamatkan nyawa seseorang. Seseorang yang menjadi korban kecelakaan atau yang tiba-tiba terkena serangan penyakit harus tetap segera dirujuk ke Unit Gawat Darurat (UGD) terdekat. Namun, sebelum datangnya bantuan ahli, perlu dilakukan penanganan untuk meringankan penderitaan korban atau bahkan menyelamatkan nyawa korban.

Dalam tulisan kali ini, kita akan membahas lebih dalam tentang bagaimana sih cara melaksanakan pertolongan pertama yang baik dan benar, serta mengapa pertolongan pertama itu penting, dan bagaimana peran sentral dari posisi pemulihan dan CPR dalam menyelamatkan nyawa seseorang.

Berikut beberapa hal penting yang harus kita ketahui tentang pertolongan pertama:

  1. Tujuan utama dari pertolongan pertama adalah untuk menyelamatkan nyawa, mencegah bahaya, dan mendorong pemulihan.
  2. Posisi pemulihan membantu meminimalkan cedera lebih lanjut.
  3. CPR adalah singkatan dari Cardiopulmonary resuscitation atau resusitasi jantung paru. Tindakan ini membantu menjaga aliran darah tetap mendapatkan oksigen.
  4. Saat melakukan kompresi dada, Anda mungkin mendengar suara retakan. Jangan panik dan berheni. Tetap lanjutkan karena ini merupakan hal yang normal.

Apa itu pertolongan pertama?

Pertolongan pertama merupakan tindakan darurat yang harus dilakukan seseorang untuk membantu korban kecelakan atau membantu seseorang yang mendapatkan serangan penyakit tiba-tiba ketika menunggu petugas medis datang.

Tujuan utama pertolongan pertama adalah untuk :

  1. Mempertahankan penderita tetap hidup atau terhindar dari maut
  2. Membuat keadaan penderita tetap stabil
  3. Mengurangi rasa nyeri, ketidaknyamanan dan rasa cemas
  4. Menghindari kecacatan yang lebih parah

Cara berlatih pertolongan pertama

Istilah paling umum yang disebut dalam pertolongan pertama adalah ABC (Airway, Breathing, and Circulation). Airways– cek saluran napas apakah ada sumbatan atau tidak. Breathing– cek jumlah pernapasan, dan Circulation– cek nadi dan tensi.

Posisi Pemulihan

Posisi pemulihan dilakukan dengan menjaga jalan nafas korban yang tidak sadar dalam keadaan terbuka. Ingatlah untuk selalu meletakkan korban tidak sadar atau semi sadar pada posisi pemulihan bila Anda tidak dapat mengawasi nafas korban secara konstan. Langkah posisi pemulihan adalah sebagai berikut :

  1. Letakkan salah satu lengan korban yang dekat dengan penolong lurus memanjang;
  2. Letakkan lengan lainnya yang jauh dari penolong dengan punggung tangan menempel pada pipi sisi yang berlawanan;
  3. Tekuk lutut korban yang jauh dari penolong (sisi yang sama dengan lengan yang menempel dengan pipi);
  4. Balikkan korban ke arah penolong dengan menarik lutut jauh yang telah tertekuk ke arah penolong dan menempel pada tanah. Satu kaki lainnya dalam keadaan lurus;
  5. Sesuaikan posisi lengan dan kaki agar korban dalam posisi stabil;
  6. Lakukan Penanganan Lanjutan Korban (Ongoing Casual Care) .

Jika orang tersebut tidak bernapas, maka Anda yang bertugas sebagai penolong harus melakukan CPR.

Apa itu CPR?

Resusitasi jantung dan paru (CPR/Cardiopulmonary Resuscitation) adalah teknik penyelamatan nyawa yang sangat berguna dalam banyak keadaan darurat, termasuk serangan jantung atau saat tenggelam, di mana pernapasan atau detak jantung seseorang berhenti seluruhnya. Ketika jantung berhenti, kekurangan darah beroksigen dapat menyebabkan kerusakan otak hanya dalam beberapa menit. Seseorang mungkin meninggal dalam waktu delapan hingga 10 menit.

CPR membantu menjaga darah yang mengandung oksigen tetap mengalir ke otak dan organ vital lainnya sampai korban mendapatkan penanganan medis lebih lanjut untuk mengembalikan denyut jantung kembali normal. Teknik ini bisa dilakukan dengan cara memberi napas buatan atau kompresi dada.
Ada dua langkah utama dalam CPR : Menerapkan kompresi dada dan kemudian memberikan napas.

Langkah pertama: Tekan atau kompresi dada

  • Cara melakukannya, yakni dengan membaringkan tubuh orang yang akan ditolong di atas permukaan yang keras. Lalu, Anda bisa berlutut di samping leher dan bahu orang itu. Letakkan satu telapak tangan Anda di atas dada bagian tengahnya, tepatnya di antara puting, dan letakkan telapak tangan kedua Anda di atas tangan pertama. Pastikan posisi siku Anda lurus dan bahu berada tepat di atas tangan Anda.
  • Setelah itu, Anda bisa mulai menekan dada sedalam kira-kira 5 cm sebanyak 30 kali atau sekitar 100 hingga 120 kali per menit, dengan kecepatan satu hingga dua tekanan per detik. Saat menekan, gunakan kekuatan tubuh bagian atas Anda, jangan hanya mengandalkan kekuatan lengan, agar tekanan yang dihasilkan lebih kuat.
  • Kemudian cek apakah sudah terlihat tanda-tanda dia bernapas atau menunjukkan respon. Jika belum, Anda bisa memberikan napas buatan jika merasa kompeten atau Anda bisa lanjutkan proses kompresi dada saja hingga tenaga medis datang.

Langkah kedua: Beri napas buatan

  • Setelah mengamankan saluran pernapasan orang yang hendak ditolong, Anda bisa memberikan pernapasan buatan, dengan catatan Anda sudah terlatih.┬áCara memberikannya adalah dengan menjepit hidungnya, lalu tempatkan mulut Anda ke mulutnya. Berikan dia napas atau udara dari mulut Anda sebanyak dua kali, sambil melihat apakah bagian dadanya terangkat seperti orang bernapas atau belum.┬áJika belum, coba perbaiki posisi lehernya, atau periksa kembali apakah terdapat sumbatan pada jalan napasnya.
  • Setelah itu, ulangi proses kompresi dada sebanyak 30 kali yang diikuti oleh dua kali memberikan napas buatan. Proses ini dihitung sebagai satu siklus.
  • Anda bisa melanjutkan CPR hingga ada gerakan tubuh atau hingga tenaga medis datang.
  • Teknik ini bisa diterapkan pada orang dewasa dan remaja yang tidak sadarkan diri. Pemberian CPR untuk bayi dan anak-anak berbeda dengan yang telah dijelaskan di atas.

Dengan membaca artikel ini, diharapkan Anda dapat melakukan pertolongan pertama terhadap siapapun yang membutuhkannya. Kesiapan dan kesigapan Anda dapat menyelamatkan nyawa seseorang. Hanya hitungan menit, bahkan detik, jika Anda dihadapkan dengan situasi seperti ini, jangan berpikir panjang. Langsung lakukan pertolongan pertama dan Anda dapat menyelamatkan nyawa seseorang

Sumber : medicalnewstoday.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Post comment