January 25, 2022

Proses Pembuatan SOP K3

SOP k3

Risiko di lapangan dapat terjadi secara tidak terduga,Tidak heran jika banyak perusahaan yang memiliki budaya keselamatan kerja (K3) bagi karyawannya. Oleh karna itu Pentingnya tiap perusahan memiliki SOP K3.

Menurut data dariĀ BPJS Ketenagakerjaan, angka kecelakaan kerja setiap tahunnya masih relatif tinggi di Indonesia. Pada tahun 2016 saja, jumlah kasus yang dilaporkan melebihi 100.000. Tentu saja kerugian yang ditimbulkan tidak hanya signifikan, tetapi juga moral. Korban mengalami luka ringan, cacat dan meninggal dunia.

SOP atau Standar Operasional Prosedur adalah Serangkaian instruksi yang ditujukan untuk membantu seorang pekerja melakukan suatu proses kerja atau tindakan. Tujuan dibuatnya SOP adalah untuk mencapai efisiensi dan konsistensi hasil serta menghindari kesalahpahaman dan kesalahan dalam proses kerja.Dengan begitu, keselamatanĀ  pekerja dapat dijamin dan kecelakaan bisa dikurangi.

 

Acuan Serta Panduan Pembuatan SOP K3

Di dalam dunia kerja ada beberapa referensi untuk membuat SOP K3 yang merupakan standar untuk sistem manajemen. Sebagai contoh, SMK3 adalah sistem manajemen K3 yang diterapkan di Indonesia. SMK3 mengadopsi AS4801, yang merupakan standar keselamatan pekerja yang diterapkan di Australia. Standar referensi internasional yang saat ini digunakan adalah ISO 45001:2018.

Pedoman pembuatan SOP kesehatan dan keselamatan kerja harus mengacu pada prinsip-prinsip dasar SMK3 yang diterapkan di Indonesia, yaitu:

  1. Penetapan kebijakan termasuk dalam pembangunan dan pemeliharaan dokumen
  2. Perencanaan K3 termasuk pembuatan dan dokumentasi dalam pembuatan rencana K3
  3. Pelaksanaan K3 termasuk pengendalian perancangan, kontrak, pengendalikan dokumen, pengendalian produk, pemeriksaan keamanan kerja berdasarkan prinsip SMK3 serta pengelolaan materi dan perpindahannya
  4. Pemantauan dan evaluasi kinerja K3. Hal ini termasuk standar dalam pemantauan, pengumpulan, penggunaan dan pemeriksaan SMK3
  5. Peninjauan dan peningkatanĀ  kinerja SMK3. Langkah ini termasuk proses pelaporan dan perbaikan seandainya di dalam proses masih terjadi kekurangan atau kesalahan.
Jika perusahaan menerapkan SMK3, audit eksternal akan dilakukan oleh badan akreditasi atau ditunjuk oleh Menteri. Semua perusahaan harus memenuhi persyaratan yang dipersyaratkan untuk dapat berpartisipasi dalam proses audit ini. Persyaratan ini tergantung pada unit bisnis tempat Anda beroperasi. Jika perusahaan lolos audit, maka akan mendapatkan sertifikat SMK3 yang berlaku selama 3 tahun.

Langkah penerapan budaya K3

SOP yang sudah disusun perlu disosialisasikan dan dipertahankan dalam semua proses kerja. Budaya kesehatan dan keselamatan kerja dapat dikembangkan dalam empat langkah:

  1. Pertama: reaktif atau insting natural. Di tahap ini, K3 baru tercipta setelah terjadi insiden kecelakaan, otomatis target zero accident bakal mustahil tercapai.
  2. Kedua: dependen. Dalam pelaksanaannya, tahap K3 ini membutuhkan pengawasan khusus; target zero accident sulit diwujudkan.
  3. Ketiga: independen. Terdapat kesadaran diri atas pentingnya K3, dampaknya para pekerja akan berhati-hati karena begitu memperhatikan keselamatan diri sendiri. Di sini, tercapainya zero accident ada kesempatan untuk berhasil.
  4. Keempat: interdependen. Di sini pentingnya K3 tidak hanya disadari buat diri sendiri, melainkan para pekerja sudah saling mengingatkan apabila ada yang lalai dan sebagainya. Terwujudnya zero accident di tahap ini sangat terbuka lebar.

 

Sumber:https://blog.gamatechno.com/pembuatan-sop-k3/

 

Synergy Solusi menyelenggarakan

Berbagai macam Pelatihan dengan Sertifikasi Kemnaker RI Setiap Bulannya!

Segera Daftarkan diri anda ke Contact Person Kami

Iqbal |Ā [email protected]Ā |Ā 08119334860

Rate this post
Bagikan halaman ini :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Post comment

Submit