February 11, 2024

Antisipasi Bahaya Kebakaran dan Ledakan Akibat Reaksi Kimia Berbahaya di Industri

Antisipasi Bahaya Kebakaran dan Ledakan Akibat Reaksi Kimia Berbahaya di Industri

Prioritas keselamatan menjadi hal terpenting di dalam industri. Bukan tanpa alasan, kebakaran dan ledakan adalah bentuk tantangan risiko pada setiap operasional yang dijalankan di dalam industri. Industri harus menjamin dan berupaya semaksimal mungkin untuk menjaga keselamatan karyawan dan lingkungan. 

Industri sendiri memiliki tingkat risiko kebakaran dan ledakan yang berbeda-benda. Hal itu bisa dilihat berdasarkan jenis industri, proses produksi, pemeliharaan peralatan, pencegahan dan keselamatan, pendidikan begitupun pelatihan karyawan, sistem pengawasan serta kontrol, bentuk lingkungan kerja, kebijakan keselamatan dan peraturan pemerintah, ketersediaan sarana pemadam kebakaran, serta keberlanjutan dan pengelolaan risiko itu sendiri.

Hal yang sama juga berlaku terhadap kondisi reaksi kimia berbahaya yang menjadi penyebab utama dari risiko kebakaran dan ledakan di industri. Sebab bahan kimia memiliki sifat yang mudah terbakar dan meledak, memiliki reaksi kimia berbahaya, adanya kontaminasi tidak terduga, ledakan juga bisa disebabkan suhu tinggi dan tekanan tinggi, ditemukan kesalahan mengoperasi atau mengelola bahan kimia, kerusakan peralatan, tidak memadainya pengendalian keselamatan, penyimpanan dan transportasi yang tidak aman, cuaca ekstrem atau bencana alam. 

Artikel ini bertujuan untuk menyoroti bahaya kebakaran dan ledakan akibat reaksi kimia di industri. Kenapa demikian ? Sebab bahaya kebakaran dan ledakan adalah isu serius dan hal itu memerlukan perhatian khusus. Pasalnya, kerugian yang diterima akan sangat besar bahkan sampai mengancam keselamatan karyawan dan lingkungan. 

Untuk itu, di dalam artikel ini akan memberikan seputar informasi mengenai antisipasi bahaya kebakaran dan ledakan akibat reaksi kimia berbahaya di industri. Sebagai wawasan tentang pentingnya antisipasi dan pencegahan. Baik dalam bentuk faktor penyebab kebakaran dan ledakan, dampak kebakaran serta ledakan di industri, antisipasi bersama pencegahan, dan studi kasus sebagai pelajaran. 

 

Faktor Penyebab Kebakaran dan Ledakan 

Jenis-jenis Reaksi Kimia Berbahaya 

  • Reaksi Eksotermik yang Dapat Menyebabkan Kenaikan Suhu

    Reaksi eksotermik dapat menyebabkan kenaikan suhu yang signifikan. Bentuk reaksi eksotermik sendiri terdiri dari berbagai bentuk, meliputi reaksi oksidasi-reduksi (redoks), reaksi polimerisasi, reaksi sintesis energetik, reaksi hidrasi, reaksi fisi nuklir, dan reaksi kimia industri.

  • Pembebasan Gas Beracun Sebagai Hasil Reaksi

    1. Reaksi Pembakaran Inkompleks
      Reaksi pembakaran inkompleks sendiri adalah kondisi pembakaran yang tidak sempurna, seperti halnya ketika oksigen mengalami kebakaran yang tidak cukup, bisa berbentuk gas beracun seperti halnya karbon monoksida (CO) sebagai hasil pembakaran yang tidak sempurna.
    2. Reaksi Dekomposisi
      Beberapa senyawa kimia bisa mengalami dapat mengalami dekomposisi dan menghasilkan gas beracun. Bisa dalam bentuk senyawa organik atau bahan kimia tertentu yang mengandung unsur beracun dapat menghasilkan gas beracun selama dekomposisi.
    3. Reaksi Redoks yang Melibatkan Senyawa Beracun
      Bentuknya bisa seperti senyawa logam berat atau senyawa yang mengandung unsur beracun, seperti arsenik atau merkuri sehingga bisa menghasilkan gas beracun selama reaksi redoks.
    4. Reaksi Asam-Basa yang Menghasilkan Gas Beracun
      Reaksi asam-basa ada beberapa yang melibatkan senyawa sehingga dapat menghasilkan gas beracun. Seperti, reaksi antara asam sulfat dan logam dapat menghasilkan gas hidrogen sulfida (H2S).
  • Reaksi Spontan yang Dapat Mengakibatkan Ledakan

    1. Reaksi Metal dengan Asam
      Reaksi metal dengan asam merupakan contoh reaksi spontan yang bisa menyebabkan ledakan. Misalnya, reaksi antara logam alkali baik natrium atau kalium dengan asam yang dapat menghasilkan pelepasan gas hidrogen dengan sangat cepat. Saat reaksi metal terjadi dalam wadah tertutup, akumulasi gas hidrogen dapat menyebabkan tekanan yang berpotensi menyebabkan ledakan.
    2. Reaksi Redoks yang Kuat
      Terdapat beberapa reaksi redoks yang melibatkan senyawa dimana sangat reaktif. Baik dalam bentuk peroksida organik atau senyawa logam seperti peroksida logam, dapat menghasilkan panas dan gas yang dapat menyebabkan peningkatan tekanan dan ledakan.
    3. Reaksi Hidrogenasi yang Eksotermik
      Saat reaksi hidrogenasi yang melibatkan hidrogenasi senyawa organik atau inorganik bisa menghasilkan panas dan gas hidrogen tidak terkontrol dengan baik. Maka akan menyebabkan akumulasi gas yang berujung pada ledakan.
    4. Reaksi Polimerisasi yang Tidak Terkendali
      Reaksi polimerisasi eksotermik ada beberapa yang reaksinya berlangsung dengan cepat dan menghasilkan panas dalam jumlah besar. Akibatnya, ketika reaksi tidak terkendali maka bisa menyebabkan peningkatan tekanan dan ledakan.

 

Material Kimia Berpotensi Berbahaya 

  • Zat-Zat Kimia yang Mudah Terbakar¬†

    1. Hidrokarbon
      Hidrokarbon biasa dikenal dalam bentuk bensin, minyak diesel, minyak bakar, etanol, methanol, propana, dan butana. Yang memiliki sifat mudah menguap dan dapat membentuk campuran udara dimana mudah terbakar.
    2. Senyawa Organik
      Senyawa organik dalam bentuk acetone, etil asetat, dan metil etil keton (MEK).  Dimana mengandung sifat mudah terbakar dan dapat membentuk campuran udara yang mudah terbakar, dan senyawa organik dengan sifat tersebut banyak digunakan dalam industri.
    3. Logam Alkali
      Contoh logam alkali adalah natrium, kalium dan cesium. Bersifat bereaksi dengan air dan oksigen atmosfer, sehingga menghasilkan panas dan dapat menyebabkan kebakaran atau pelepasan gas hidrogen yang mudah terbakar.
    4. Bahan Kimia Piroforik
      Bahan kimia piroforik contohnya seperti fosforus putih, beberapa senyawa lithium, logam alkali paduan dengan ammonia. Yang mana mengandung sifat dapat terbakar secara spontan ketika bahan kimia piroforik terpapar udara dan seringkali memerlukan penanganan khusus.
  • Senyawa yang Dapat Menyebabkan Ledakan

    1. Peroksida Organik
      Diethyl ether peroxide, acetone peroxide merupakan contoh dari peroksida organik. Periode organik sendiri memiliki sifat yang terbentuk sebagai hasil dari oksidasi bahan kimia organik dan dapat sangat tidak stabil. Sehingga bisa menyebabkan ledakan yang hebat ketika terganggu atau terpapar panas.
    2. Azida Logam
      Contoh azida logam adalah natrium azida, dan azida plumbum. Azida logam sendiri adalah senyawa yang dapat menghasilkan gas nitrogen dalam jumlah besar ketika terkena panas ataupun tekanan, yang dapat menyebabkan ledakan.
    3. Diazida Senyawa Organik
      Diazida senyawa organic contohnya seperti diazida etilena dan diazida ammonia. Yang mana merupakan senyawa organic mengandung gugus diazida (-N3). Reaksi penguraian dapat menghasilkan gas nitrogen dalam jumlah besar dan dapat menyebabkan ledakan.
    4. Senyawa Nitrosil
      Nitrosil fluoride merupakan contoh dari senyawa nitrosil yang dapat menghasilkan ledakan, sebab terdapat pelepasan oksigen dan nitrogen dengan cepat selama reaksi penguraian.

 

 

Dampak Kebakaran dan Ledakan di Industri

Kerugian Materi dan Finansial

  1. Kerugian Infrastruktur dan Fasilitas 
    • Fasilitas dan Peralatan Mengalami Kerusakan
      Fasilitas dan peralatan menjadi dua hal yang sering terkena ketika terjadi kebakaran begitupun ledakan. Kerusakan juga tidak ringan, namun serius bisa dalam bentuk rusak atau bahkan hancur. Sehingga dimungkinan memerlukan perbaikan ataupun penggantian kepada fasilitas atau peralatan yang berfungsi, meskipun dengan biaya besar.
    • Hilangnya Produksi
      Produksi akan tidak berjalan ketika fasilitas ataupun peralatan rusak bahkan hancur. Tidak banyak yang bisa dilakukan karyawan selama tidak ada peralatan yang memadai, sehingga proses produksi tidak dapat berjalan sesuai mestinya. Produksi bisa saja mengalami penurunan atau bahkan terhenti. Akhirnya perusahaan merugi karena berkurangnya pendapatan dari proses produksi.
    • Bahan Baku dan Produk Jadi Lenyap
      Kebakaran dan ledakan bisa menghilangkan bahan baku dan produk jadi yang tersimpan di lokasi industri. Oleh karenanya perusahaan mengalami kerugiaan yang tidak sedikit.
    • Biaya Pemulihan dan Rekonstruksi
      Pemulihan dan rekonstruksi memerlukan biaya yang besar atau investasi finansial signifikan. Hal tersebut termasuk biaya renovasi, pembangunan kembali, dan pengadaan peralatan baru.
  2. Biaya Pemulihan Pasca Kebakaran meliputi pembersihan dan pembongkaran, pemulihan infrastruktur, penggantian peralatan dan mesin, pemulihan sistem listrik serta energi, penggantian stok barang, rekonstruksi sistem kontrol dan otomasi, pemulihan data serta dokumentasi, biaya kesehatan dan keselamatan, ganti rugi bersama klaim asuransi, biaya lingkungan, pelatihan karyawan, biaya keamanan tambahan, gangguan operasional, biaya evaluasi, serta biaya perbaikan proses keselamatan. 

 

Dampak Lingkungan 

  • Pencemaran Udara dan Air
    Pencemaran udara dan air diakibatkan adanya emisi gas beracun, terdapat partikulat udara, asap dan kabut. Sementara pencemaran air bisa dilihat dalam wujud debu dan partikulat air, larutan limbah kimia, emisi bahan kimia berbahaya, bahan kimia yang larut dalam air.
  • Kerusakan Ekosistem
    Kerusakan ekosistem bisa dikatakan terjadi apabila lingkungan yang kehilangan habitat, kematian dan migrasi populasi, pencemaran tanah serta air, perubahan sifat tanah, pertumbuhan tumbuhan yang tidak diinginkan, peningkatan risiko banjir dan longsor, pengaruh pada siklus nutrien, begitupun perubahan mikroklimat.

 

Baca juga : Dampak Perubahan Iklim Terhadap Manajemen Risiko Bahan Kimia Berbahaya di Tempat Kerja

 

Antisipasi dan Pencegahan 

Analisis Risiko

  1. Identifikasi Potensi Bahaya di Tempat Kerja
    Identifikasi potensi bahaya di tempat kerja bisa dilakukan dengan pemeriksaan fasilitas, evaluasi proses kerja, analisis material dan bahan kimia, evaluasi peralatan serta mesin, penilaian lingkungan kerja, pemantauan kondisi keselamatan, analisis kejadian terdahulu, dan konsultasi dengan tenaga kerja.
  2. Evaluasi Risiko Reaksi Kimia Tertentu
    Langkah-langkah dalam menjalankan evaluasi risiko reaksi kimia tertentu dimulai dengan identifikasi bahan kimia, memahami sifat bahan kimia, analisis reaksi kimia, evaluasi potensi bahaya, penilaian kuantitatif risiko, evaluasi ventilasi dan pengendalian, pengelolaan produk samping yang mungkin dihasilkan oleh reaksi kimia dan identifikasi langkah-langkah pengelolaannya. Selanjutnya adakan pemantauan dan pengawasan, perencanaan tanggap darurat, begitupun pengadaan pelatihan karyawan perihal evaluasi risiko kimia tertentu.

 

Sistem Proteksi Kebakaran dan Ledakan

  1. Pemilihan Sistem Pemadam Kebakaran yang Tepat
    Pemilihan sistem pemadam kebakaran yang tepat dilalui dengan langkah-langkah berupa identifikasi potensi bahaya, pemahaman jenis kebakaran, penyesuaian dengan jenis fasilitas, evaluasi keefektifan sistem, memilih media pemadam yang sesuai, penyelarasan dengan peraturan dan standar, evaluasi lingkungan kerja, integrasi dengan sistem keamanan lainnya, pertimbangan ketersediaan air, pelatihan karyawan, dan perawatan dan pemeliharaan rutin.
  2. Penggunaan Alat Deteksi Dini
    Penggunaan alat deteksi dini bisa dilakukan dengan mempertimbangkan aspek yang perlu dalam penggunaannya. Seperti jenis alat deteksi, penempatan yang strategis, integrasi dengan sistem pemadam kebakaran, deteksi gas beracun, deteksi panas dan suhu tinggi, alarm audible dan visual, sistem monitoring pusat, uji reguler dan pemeliharaan, pelatihan karyawan, penanganan palsu positif, serta evaluasi dan pembaruan.

 

Pelatihan dan Kesadaran Karyawan

  1. Pelatihan untuk Mengenali Tanda Bahaya
    Pelatihan untuk mengenali tanda bahaya perlu memperhatikan dan mempertimbangkan beberapa aspek untuk dimasukkan. Seperti pentingnya kesadaran bahaya, jenis tanda bahaya, tanda bahaya spesifik industri, penggunaan alat deteksi dini, inspeksi rutin, pengenalan bahan kimia berbahaya, simulasi keadaan darurat, pelaporan tanda bahaya, pelatihan berulang, pemberian informasi terbaru, dan edukasi kesadaran keselamatan.
  2. Pentingnya Kesadaran Akan Prosedur Keselamatan
    Pentingnya kesadaran akan prosedur keselamatan menjadi hal serius untuk diperhatikan. Sebab, dapat mencegah kecelakaan dan cedera, sebagai respons cepat dalam keadaan darurat, penggunaan yang benar dari peralatan keselamatan, mencegah penyebaran bahaya, pelaksanaan evaluasi yang efisien, kepatuhan terhadap regulasi keselamatan, mengurangi risiko kebakaran dan ledakan, bentuk budaya keselamatan yang kuat, peningkatan produktivitas, serta perlindungan terhadap aset dan infrastruktur.

 

Baca juga : Risiko Kebakaran di Industri Kimia, Ini Protokol Keselamatan dan Langkah Pencegahan

 

Studi Kasus 

  • Contoh Kejadian Kebakaran dan Ledakan Akibat Reaksi Kimia

    Pada Rabu, 23/2/2022 Pabrik kimia di PT Mitsubishi Chemical Indonesia, Banten mengalami ledakan. Berdasarkan ungkapan pihak kepolisian ledakan berasal dari pipa. Dimana menghubungkan tabung reaktor ke tabung kristalisator sebagai bagian dari kegiatan produksi. Kemudian, di dalam pemberitaan diduga semburan buih merupakan bahan kimia. Dimana memenuhi area pabrik, bahkan merembes ke PT Pertama, yang berdekatan dengan pabrik.

  • Upaya yang Dilakukan untuk Meminimalkan Dampaknya

    Hal yang bisa dilakukan jika dikaitkan dengan contoh kejadian kebakaran dan ledakan reaksi kimia berupa analisis risiko dan perencanaan keselamatan, melakukan pengendalian proses dan teknologi, melakukan investasi pada sistem deteksi dini, pelatihan dan simulasi rutin, implementasi sistem proteksi kebakaran yang efektif, serta audit keselamatan berkala.

Kesimpulan

Antisipasi bahaya kebakaran dan ledakan sangat penting dilakukan, sebab bisa membawa hal-hal positif di dunia industri. Contohnya mengundang keselamatan karyawan, sebagai perlindungan aset dan infrastruktur, bentuk dukungan terhadap lingkungan, dan sebagai kepatuhan perusahaan industri pada regulasi keamanan sehingga menambah kepercayaan publik begitupun investor. 

Oleh karenanya peningkatan kesadaran dan tindakan preventif di industri disarankan gencar dilakukan. Bukan tanpa alasan, di dunia industri sangat besar risiko kebakaran dan ledakan karena materi yang ada disekelilingnya memerlukan perhatian khusus. 

Pelatihan Petugas K3 Kimia

 

Referensi

https://news.detik.com/berita/d-5955668/pabrik-kimia-di-cilegon-meledak-ini-fakta-faktanya

 

5/5 - (1 vote)
Bagikan halaman ini :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Post comment

Submit