November 16, 2022

Mengenal Lebih Jauh Penyakit Akibat Kerja Pneumoconiosis

Mengenal Lebih Jauh Penyakit Akibat Kerja Pneumoconiosis

Keselamatan dan kesehatan kerja menjadi prioritas utama bagi perusahaan agar para pekerja terlindungi dari bahaya dan penyakit. Terutama di lingkungan kerja yang memiliki resiko yang terbilang tinggi.

Salah satu penyakit yang muncul akibat kerja adalah gangguan pernapasan Pneumokoniosis. Penyakit ini juga telah ditetapkan dalam 31 kategori penyakit dalam Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 1993 tentang Penyakit yang Timbul Karena Hubungan.

Pengertian Pneumokoniosis 

Pneumoconiosis merupakan gangguan pernapasan karena adanya penumpukan partikel debu dalam paru-paru. Penyakit ini muncul akibat menghirup partikel debu dalam jangka waktu panjang, terutama partikel debu dari dari batu bara, asbestos, berlium silika, dan lain sebagainya.

Data Kementerian Kesehatan RI mengungkapkan sebanyak 9 persen dari karyawan di area pabrik, tambah atau pun industri mengidap Pneumokoniosis ini.

Partikel Debu Berbahaya

Selain menyebabkan gangguan pernapasan Pneumokoniosis,  partikel-partikel debu juga bisa menyebabkan paru-paru menghitam bila sudah lama menumpuk di dalamnya. Berikut partikel debu yang berbahaya dan dapat memicu Pneumokoniosis: 

  • Debu batu bara
  • Serat Asbes
  • Kristal Silika
  • Berilium
  • Debu Mineral┬á
  • Debu Kapas

Partikel debu yang terhirup tersebut memicu peradangan pernapasan secara terus menerus, sehingga memicu luka pada jaringan paru-paru, yang disebut dengan fibrosis. Kondisi ini mengakibatkan kantung udara dan saluran udara menebal dan kaku sehingga menyebabkan seseorang sulit bernapas.

Gejala Pneumokoniosis 

Pneumokoniosis tergolong penyakit yang membutuhkan waktu lama untuk muncul dan menimbulkan gejala. Pneumokoniosis biasanya baru muncul setelah bertahun-tahun tergantung seberapa banyak partikel debu yang telah menumpuk di dalam paru-paru. Berikut gejala Pneumokoniosis yang perlu diperhatikan.

  • Sesak napas
  • Durasi napas memendek
  • Batuk disertai dahak

Meski menyerupai penyakit infeksi pernapasan pada biasanya, Pneumokoniosis  ditandai dengan gejala yang terjadi berlangsung lama.

Pencegahan Pneumokoniosis

Pencegahan Pneumokoniosis bisa dilakukan mulai dari tindakan perusahaan atau pun secara pribadi. Berikut upaya-upaya untuk mencegah Pneumokoniosis 

  • Mengidentifikasi potensi bahaya partikel debu di lingkungan kerja
  • Memastikan level debu di tempat kerja di bawah batas ambang keamanan
  • Mengatur ventilasi udara sesuai standar keamanan
  • Mewajibkan pekerja memakai masker di area berdebu
  • Membatasi waktu kerja di area berdebu
  • Melakukan Medical Check Up secara berkala

Masih banyak perusahaan atau pekerja yang belum memiliki kesadaran akan resiko dari Pneumokoniosis, karena penyakit ini baru muncul setelah bertahun-tahun. Namun meski demikian, para pekerja harus mendapat jaminan kesehatan di tempat kerja. Sebab, bagaimana pun, mencegah lebih baik dari pada mengobati

Baca Juga :

Rate this post
Bagikan halaman ini :

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Post comment

Submit