Sistem Manajemen

adalah suatu kerangka proses dan prosedur yang digunakan untuk memastikan apakah perusahaan atau organisasi dapat memenuhi standard dan menjalankan tugasnya untuk mencapai tujuan organisasi. Tujuan dari suatu perusahaan atau organisasi dapat berupa memenuhi persyaratan kualitas pelanggan, mematuhi peraturan baik peraturan pemerintah, undang-undang Negara ataupun peraturan dari pelanggan dan mencapai tujuan/tanggung jawab terhadap aspek lingkungan hidup.

Cara Synergy Solusi Mendevelop Sistem Manajemen

 

Secara garis besar, terdapat 4 elemen utama dalam sistem manajemen yaitu: PLAN (Merencanakan), DO (Melakukan), CHECK (Memeriksa) dan ACT (Menindaklanjuti) atau sering disingkat dengan PDCA.

Sistem manajemen ini mengacu pada peraturan dan standar yang dikeluarkan oleh badan internasional maupun Pemerintah suatu Negara. Salah satu badan internasional yang mengeluarkan standar sistem manajemen adalah The International Organization for Standardization (ISO). ISO merupakan suatu organisasi yang bertanggung jawab untuk standar-standar dalam Sistem Manajemen dan juga melakukan sertifikasi terhadap Standar-standar tersebut.  Badan internasional lainnya yang juga mengeluarkan standar untuk suatu sistem manajemen adalah Organisasi Maritim Internasional yang mengeluarkan standar International Safety Management Code (ISM Code) sebagai standar Internasional manajemen keselamatan dalam pengoperasian kapal serta upaya pencegahan/pengendalian pencemaran lingkungan. Selain kedua badan tersebut tentunya masih banyak lembaga dan badan internasional lainnya yang mengeluarkan standar-standar untuk sistem manajemen yang diakui secara internasional.

Beberapa peraturan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Indonesia guna mengatur tentang sistem manajemen sesuai dengan proses bisnis suatu perusahaan, diantarnya adalah Peraturan Pemerintah No 50 tahun 2012 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Peraturan Menteri Perhubungan No 69 Tahun 2018 tentang Sistem Manajemen Keselamatan Perkeretaapian, Peraturan Kapolri No 24 Tahun 2007 tentang Sistem Manajemen Pengamanan, dan lain sebagainya.

Jadi, apa saja sistem manajemen yang berkaitan dengan Mutu, K3, Lingkungan, Keamanan, dan Energi?

 

Quality Health Safety Environment (QHSE) Management System Based on ISO

ISO 45001 merupakan standar internasional yang menetapkan persyaratan untuk Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang menggantikan standar OHSAS 18001.
ISO 9001 merupakan standar internasional yang menetapkan persyaratan untuk Sistem Manajemen Mutu.
ISO 14001 merupakan standar internasional yang menetapkan persyaratan untuk Sistem Manajemen Lingkungan.
Melakukan integrasi ketiga standar penting dalam perusahaan merupakan salah satu langkah untuk mempermudah pengimplementasian 3 sistem tersebut.

ISO non QHSE

ISO 50001 merupakan standar internasional yang menetapkan persyaratan untuk Sistem Manajemen Energi
ISO 55001 adalah standar ISO yang menetapkan prasyaratan untuk sistem manajemen aset
ISO 26000: 2010 dimaksudkan untuk membantu organisasi dalam berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan. Hal ini dimaksudkan untuk mendorong mereka melampaui kepatuhan hukum, mengakui bahwa kepatuhan terhadap hukum adalah tugas mendasar dari organisasi mana pun dan merupakan bagian penting dari tanggung jawab sosial mereka
ISO 19011 merupakan standar internasional yang menetapkan panduan untuk melakukan audit internal pada perusahaan

Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Berdasarkan Peraturan Pemerintah No 50 tahun 2012
Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan Berdasarkan Peraturan Menteri ESDM no. 26 Tahun 2018
Sistem Manajemen Keselamatan Perkeretaapian Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan No 69 Tahun 2018
Sistem Manakemen Keselamatan Konstruksi Berdasarkan Peraturan Pembangunan Umum No 5 tahun 2014
Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit Berdasarkan Peraturan Kementerian Kesehatan No 66 Tahun 2016

Food Safety

Sistem HACCP ini adalah pembinaan dan pengawasan mutu dan keamanan pangan berdasarkan pencegahan preventif (preventive measure) yang dipercayai lebih unggul dibanding dengan cara-cara tradisional (conventional) yang terlalu menekankan pada sampling dan pengujian produk akhir di laboratorium.
ISO 22000 adalah standar internasional yang focus pada bagaimana cara menjamin rangkaian proses makanan dari proses merubah bahan baku hingga akhir produksi yaitu tahap konsumsi. Standard ISO 22000 memerlukan penerapan dari sistem operasi yang terpadu untuk memastikan keamanan makanan dan tidak hanya mengamati poin-poin tertentu dalam HACCP.
Food Defense merupakan proses untuk menjamin keamanan makanan dan minuman serta rantai pasokannya dari semua jenis ancaman atau bahaya yang disengaja dengan motivasi untuk mengontaminasi pangan atau menyebabkan kegagalan pasokan.

Security

Sistem Manajemen Pengamanan yang dimaksud oleh peraturan ini adalah manajemen sistem yang dibutuhkan bagi pengembangan penerapan, pencapaian, pengkajian dan pemeliharaan kebijakan pengamanan dalam rangka pengendalian risiko yang berkaitan dengan kegiatan usaha guna mewujudkan lingkungan yang aman, efisien dan produktif.
Security Vulnerability Assessment akan meninjauan sistematis tentang kelemahan keamanan dalam sistem informasi. Pengukuran ini mengevaluasi jika sistem rentan terhadap kerentanan yang diketahui, memberikan tingkat keparahan terhadap kerentanan tersebut, dan merekomendasikan remediasi atau mitigasi, jika dan kapan pun diperlukan.
TVRA mempertimbangkan kebutuhan perusahaan untuk melindungi orang dan aset, meminimalkan paparan terhadap kejahatan dan terorisme, pelanggaran keamanan dan risiko bisnis secara keseluruhan.

Others

PROPER adalah penilaian kinerja pengelolaan lingkungan suatu perusahaan yang memerlukan indikator yang terukur. Hal inilah yang diterapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia dengan tujuan meningkatkan peran perusahaan dalam melakukan pengelolaan lingkungan sekaligus menimbulkan efek stimulan dalam pemenuhan peraturan lingkungan dan nilai tambah terhadap pemeliharaan sumber daya alam, konservasi energi, dan pengembangan masyarakat.
Banyaknya jenis standar sistem manajemen yang harus dipenuhi oleh perusahaan tentunya membuat beberapa perusahaan kebingungan akan prioritas mana yang harus dilakukan dalam proses implementasinya. Synergy Solusi member of Proxsis group yang berkomitmen untuk menjadi partner terpercaya dalam memberikan solusi terkait K3, Lingkungan, Keamanan, Energi dan Advance Safety, tentunya akan membantu setip perusahaan dalam usahanya mengimplementasikan setiap sistem manajemen untuk mencapai tujuannya.
Document Management System (DMS) merupakan sebuah sistem komputer yang digunakan untuk menyimpan dan mengakses kembali file elektronik. Selain untuk melacak berbagai versi hasil update yang dilakukan oleh user yang berbeda, sistem ini juga digunakan untuk sharing file ke user-user lainnya. DMS sering dimanfaatkan untuk menyimpan dokumen aset, dokumen imaging, mengatur sistem alur kerja dan mengelola catatan manajemen.

Inquiry